Skip navigation

Suatu hari, tampak seorang pejabat mendatangi sebuah rumah besar. Di sana, tinggal keluarga besar yang cukup terpandang. Sayangnya, mereka juga terkenal berperangai keras sehingga sering terdengar percekcokan. Kadang, hal-hal sepele pun bisa menyulut kemarahan, mendatangkan pertengkaran, bahkan tidak jarang berakhir dengan baku hantam.

Dari dalam rumah tiba-tiba terdengar suara PRANG; gelas pecah.

“Hei! Matamu ditaruh di mana, gelas diam di situ ditabrak saja!”

Teriakan balasan pun segera bersambut, “Siapa suruh taruh gelas sembarangan di situ? Dasar goblok!” dan seterusnya. Satu sama lain saling menyalahkan dengan nada tinggi dan mau menang sendiri.

Si tamu pun segera berpamitan dengan tuan rumah, sebelum menyampaikan niatnya, yakni memberikan undangan raja ke istana kepada keluarga yang terpilih karena keteladanannya.

Si pejabat melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi sebuah rumah besar lainnya.

Setibanya di ruang tamu, terlihat seorang pemuda sedang mengepel lantai dengan tekun. Saat melihat ada tamu datang, segera dihentikan kegiatannya dan dengan ramah menyapa si tamu.

Dari arah yang berlawanan, tiba-tiba seorang pemuda yang lain melintas dengan cepat. Dan, GUBRAK, disusul suara mengaduh. Dia terpeleset dan jatuh terlentang!

Tergopoh-gopoh, si pemuda yang masih memegang tongkat pengepel, menghampiri sambil berseru, “Aduh maaf, maaf! Aku yang salah, aku salah. Lantainya basah, bikin terpeleset. Di mana yang sakit, Kak?”

Sambil meringis menahan sakit, si kakak yang terjatuh berkata, “Bukan, bukan salahmu Dik. Aku kok yang salah, jalan terburu-buru tidak melihat lantai masih basah. Tidak apa apa. Teruskan aja ngepelnya.” Dia pun segera bangkit berdiri untuk menyambut kedatangan tamunya.

Menyaksikan peristiwa di hari yang sama di dua keluarga yang berbeda, si tamu sontak mengerti mengapa keluarga yang ini begitu disanjung oleh orang-orang di sekitar situ. Rukun, kompak, dan saling menyayangi satu sama lain. Entah siapa yang salah, satu sama lain saling mendahului untuk meminta maaf, tidak berusaha mencari kesalahan yang lain dan membenarkan dirinya sendiri. Sungguh mengagumkan! Inilah keluarga yang pantas menghadap ke baginda raja untuk menerima penghargaan ke istana kerajaan.

Teman-teman yang luar biasa,

Manusia di kehidupannya sehari-hari, seringkali hanya karena masalah sepele bisa menimbulkan percekcokan, pertengkaran, permusuhan, bahkan dalam skala besar bisa menimbulkan peperangan. Semua berpangkal pada keinginan memuaskan ego atau gengsi manusia yang merasa benar sendiri, mau menang sendiri. Kalau itu tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka akan timbul dampak kelanjutannya berupa lahirnya kebencian, dendam, dan penderitaan yang berkepanjangan.

Jika manusia mampu meredam ego, mau menang sendiri, dan berinisiatif mengakui kesalahan dan memohon maaf, seperti cerita di atas tadi, maka banyak masalah pertengkaran dan permusuhan bisa diredam bahkan dihilangkan. Sebagai gantinya, akan lahir kedamaian dan keharmonian yang seutuhnya.

Mengakui kesalahan sendiri membutuhkan jiwa besar, dan berjiwa besar tentu butuh belajar dan berlatih, di setiap kesempatan.

Selamat mecoba!

Salam sukses luar biasa!
Sumber: andriewongso.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: